Faktor Risiko Stroke

Faktor Risiko Stroke

Posted on

Menikmati jeruk, jeruk bali, dan varietas buah jeruk lainnya mungkin hanya membantu menurunkan faktor risiko stroke, menurut beberapa penelitian baru. Sementara diet sehat, penuh dengan buah-buahan dan sayuran telah dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah dalam penelitian lain; tidak ada yang yakin mengapa ini terjadi.

Untuk pekerjaan terbaru ini, tim hanya melihat senyawa yang disebut flavanon yang merupakan bagian dari buah jeruk. Mereka adalah flavonoid diet yang telah dikaitkan dalam penelitian sebelumnya dengan risiko stroke yang Perawatan populer untuk Stroke lebih rendah; itu juga ditemukan dalam coklat hitam dan anggur merah.

Untuk penelitian ini tim memusatkan perhatian pada 6 subkelas flavonoid untuk mencoba dan mencari tahu makanan nabati mana yang bekerja pada risiko stroke. Tim memeriksa data senilai 14 tahun yang berasal dari penelitian terhadap hampir 70.000 wanita yang mencatat asupan makanan mereka dalam interval empat tahun, termasuk perincian tentang berapa banyak buah dan sayuran yang mereka makan.

Selama 14 tahun tindak lanjut, lebih dari 1.800 stroke terjadi, dengan setengahnya terkait gumpalan darah. Dan sementara asupan flavonoid total tidak mengurangi risiko stroke, flavanon juga. Wanita yang mengonsumsi jumlah flavanon tertinggi memiliki peluang 19% lebih rendah terkena stroke yang disebabkan oleh bekuan darah dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi paling sedikit nutrisi ini.

Subjek yang makan buah jeruk dalam jumlah terbesar memiliki risiko 10% lebih rendah terkena gumpalan darah dibandingkan mereka yang tidak makan makanan ini sama sekali.

Data menawarkan dukungan kuat untuk menambahkan lebih banyak buah jeruk ke asupan buah harian Anda untuk menurunkan risiko stroke yang disebabkan oleh pembekuan darah (stroke iskemik). Mungkin flavanon yang ditemukan dalam pengobatan jantung tanpa operasi buah-buahan ini meningkatkan fungsi pembuluh darah, atau mereka dapat mengurangi peradangan yang telah dikaitkan dengan stroke.

Vitamin C, dianggap sebagai alasan untuk efek perlindungan jantung dari buah jeruk tidak terkait dengan penurunan risiko stroke menurut penelitian ini.

Untuk mendapatkan keuntungan terbesar dari uang Anda, seluruh buah lebih baik daripada jus karena makanan utuh memiliki lebih banyak flavanon dan hanya memiliki gula alami. Buah jeruk rata-rata memiliki hingga 50 mg flavanon. Kelompok asupan yang lebih tinggi dalam penelitian ini mengkonsumsi lebih dari 470 miligram flavanon per hari; Asupan terendah hampir 150 miligram per hari.

Sekarang juga penting untuk memahami bahwa mereka yang mengonsumsi flavonoid terbanyak lebih sedikit merokok dan lebih aktif. Mereka mengkonsumsi lebih banyak serat, sayuran dan buah secara keseluruhan, memiliki lebih sedikit alkohol dan kafein. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk melihat apakah ada hubungan antara konsumsi flavonoid dan risiko stroke, dan apakah itu berlaku untuk pria maupun wanita.

Penelitian ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya buah dan sayuran bagi kesehatan kita dan untuk menurunkan faktor risiko stroke. Pedoman diet AS saat ini yang dikeluarkan pada tahun 2010 menyarankan setengah dari sebagian besar makanan harus terdiri dari buah-buahan dan sayuran, dan ini adalah aturan praktis yang baik untuk semua orang.