Bahagia

Ingin Bahagia? Datanglah Pada-Nya dan Buanglah Kesedihan

Posted on

Apa itu Bahagia….?

Mungkin kebanyakan dari kita mengetahui apa arti dari Bahagia. Tapi juga sebagian dari kita belum mengerti apa sih arti dari Bahagia itu….?

Kalau bagi kalian yang udah tau artinya kebahagiaan, pasti jawabannya nggak jauh beda dari pengetahuan kita. Kalau bagi kita kebahagiaan itu adalah bukanlah peristiwa atau objek yang bisa kita inginkan, tetapi kebahagiaan adalah sesuatu yang bisa kita bentuk.

Bahagia bukan karna harta yang melimpah, Bahagia juga bukan karna banyak orang yang suka dengan kita,melainkan Bahagia itu adalah cukup dengan hidup sederhana dan juga mempunya keluarga yang saling menyayangi dan juga peduli satu sama lain.

Di dunia ini tuhan telah menciptakan 7 makhluk, antaranya ;

1. Bahagia

2. Kekayaan

3. Kekuasaan

4. Kesedihan

5. Kesenangan

6. Ilmu pengetahuan, dan

7. Waktu

Alkisah, suatu ketika sebuah pulau yang di tempati oleh ‘’BAHAGIA’’ perlahan-lahan tenggelam. Di tepi pantai, BAHAGIA berteriak-teriak ‘’Toloong-toloong’’, lewatlah KEKAYAAN dengan membawa perahu.

BAHAGIA meminta tolong, tapi KEKAYAAN menjawab, ‘’perahuku terlalu penuh dengan harta….aku khawatir perahuku akan tenggelam jika kau bersamaku’’. Maka KEKAYAANpun segera beranjak tanpa menolong BAHAGIA.

Kemudian lewatlah KEKUASAAN dengan membawa perahu. BAHAGIA kemudian meminta tolong, tapi KEKUASAAN menjawab ‘’perahuku telah ku perintahkan untuk tidak berhenti di tengah jalan sampai di tempat tujuan, aku khawatir perahuku tidak akan tepat waktu sampai di tempat tujuan’’. Maka lewatlah KEKUASAAN tanpa menolong BAHAGIA.

Kemudian lewatlah KESEDIHAN, dengan berteriak BAHAGIA meminta pertolongan, KESEDIHAN menjawab ‘’BAHAGIA,aku terlalu sedih untuk bisa menolongmu’’ maka pergilah KESEDIHAN meninggalkan BAHAGIA.

Kemudian lewatlah KESENANGAN dengan senyum lebar. BAHAGIA berteriak kembali meminta tolong, tetapi sayang, karena terlalu senang, KESENANGAN tidak bisa mendengar teriakan BAHAGIA dan berlalu begitu saja.

Tibalah keputus asaan dalam diri BAHAGIA. Karena lama menunggu akhirnya datanglah sebuah perahu yang jelek mendatangi BAHAGIA dan menolongnya.

Karna terlalu senang, Bahagia lupa menanyakan siapa yang telah menolongnya. Di pulau baru tersebut, Bahagia menyesal karena tidak mengenal makhluk yang telah menolongnya. Di tengah pencarian pulau tersebut, Bahagia bertemu dengan ilmu pengetahuan. Dan dia bercerita tentang pengalamannya tersebut. Akhirnya ilmu pengetahuan memberikan jawaban kepada Bahagia bahwa yang telah menolongnya adalah waktu.

Dalam kehidupan, sering kali kita tidak memanfaatkan waktu yang kita miliki untuk Bahagia, kita abaikan waktu hingga saatnya kita kehilangan waktu. Banyak yang di tawarkan oleh waktu tentang Bahagia kita juga bisa belajar dari waktu tentang bagaimana kita memanfaatkan waktu dan Bahagia.

Itulah sekilas pengetahuan dari kita tentang Bahagia…..!

Semua ada waktunya, waktu kita untuk Bahagia dan juga waktu kita untuk bersedih….terkadang kita merasa ada di atas dan terkadang juga kita merasa ada di bawah. Kehidupan manusia sama persis dengan roda yang berputar, kala di atas maka kita Bahagia dan manakala di bawah kita merasa bersedih.

Jika keaadaan kita sedang di atas maka jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur kepada yang telah memberikan kebahagiaan, dan jika kita sedang merasa di bawah maka jangan terlalu merenungi nasib yang di terimanya.jangan terlarut dalam kesedihan karna sesungguhnya Allah tidak menyukai hambanya yang terlalu lama terlarut dalam kesedihan.

Sedikit kisah nyata yang pernah saya temui adalah kisah bapak tukang becak. Dulu saya bertemu dengan bapak becak itu, kemudian saya selalu bertanya kepada bapak itu.

‘’bapak, kira-kira apa sih yang membuat bapak semangat dalam bekerja…..’’? kemudian bapak menjawab, “semua itu karna bapak tidak pernah mengenal Lelah untuk bekerja keras demi menghidupi keluarga bapak yang hidupnya pas-pasan saja nak, bapak juga tidak pernah meninggalkan sholat dan juga melalaikan kewajiban bapak sebagai umat muslim, dengan berdo`a kepada Allah bapak lebih merasa tenang dan juga semangat untuk bekerja’’. Apakah bapak tidak bosan bekerja seperti ini, kan masih banyak pekerjaan yang lainnya pak, yang lebih menguntungkan. “bapak ikhlas bekerja seperti ini yang penting halal”. Jika tidak ada penumpang, apakah yang bapak lakukan…?. Bapak akan selalu tersenyum walaupun tidak ada penumpang nak, karna rezeki ada di tangan Allah SWT’’.

Waw….. luar biasa kata bijak yang terucap dari Bapak ini.

Hebat sekali bapak itu, walaupun dengan pekerjaannya yang sederhana namun tak pernah mengenal Lelah. Bahagia itu bukan hanya karna itu saja, tetapi juga karna bersungguh-sungguh. Maka dalam mahfudzot dikatakan “barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dapatlah ia”

‘’MAN JADDA WAJADA’’

Baca juga: 7 fashion jilbab