Maccon AAC

Maccon AAC, Solusi Material Bangunan di Era Milenial

Posted on

Gawai dan internet adalah dua hal yang tak terpisahkan di zaman yang serba digital seperti saat ini. Memasuki era milenial memang banyak hal yang sudah berubah. Jika dulu komunikasi jarak jauh hanya bisa dilakukan lewat surat menyurat—paling banter telepon, kini menyusul zaman yang serba digital, komunikasi antar negara, benua bahkan antara Bumi dengan planet lain—dengan para astronot di luar angkasa, bisa dilakukan dalam sekejap. Kemodernan rupanya tak hanya menghinggapi sektor komunikasi, tetapi juga konstruksi. Ya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menggiring munculnya produk-produk material bangunan yang lebih canggih. Salah satunya adalah Maccon AAC. Hadir sebagai batu ringan, produk asli garapan Maccon ini adalah solusi material bangunan di era milenial.

Membandingkan dengan zaman dahulu, orang yang ingin membangun bangunan permanen dibutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Sebut saja seperti candi-candi yang harus menggunakan batu utuh. Bukan perkara mudah tentunya mengangkat batu besar, menempelkannya pada struktur bangunan dan memahatnya sebagaimana terlihat dalam pelbagai peninggalan candi yang ada di Indonesia. Demikian halnya dengan pembangunan benteng-benteng pertahanan yang meski kokoh hingga kini, faktanya membangunnya butuh memerah tenaga manusia. Sebut saja seperti Fort Rotterdam di Makassar.  Semula dibangun dengan tanah oleh Raja Gora ke-9, benteng tersebut lantas diganti menggunakan material batu padas pada masa Raja Gowa ke-14, Sultan Alauddin. Batu itu sendiri bersumber dari Pegunungan Karst di Maros. Tentu, pada masa itu dibutuhkan waktu yang lama dan tenaga yang tak sedikit untuk mengusung material tersebut dari Maros ke Makassar yang jaraknya cukup jauh. Apalagi kala itu tidak ada transportasi cepat, seperti mobil.

Lewat dari 6 abad berikutnya dari masa itu, kini zaman sudah semakin canggih dan modern. Membangun bangunan luas, besar dan tinggi tak perlu sepayah dulu. Selain ketersediaan material dan kemudahan mengangkutnya menggunakan alat transportasi yang lebih modern, kini juga tersedia bahan-bahan bangunan yang lebih mumpuni. Seperti bata ringan Maccon AAC yang menjadi andalan terbaru dalam pekerjaan konstruksi dinding.

Hadir sebagai material bangunan baru di era milenial, Maccon AAC menjadi solusi untuk membangun bangunan dengan cepat, tetapi hasil memikat. Tersedia dalam 6 ukuran berbeda, bata ringan Maccon mampu mengakomodasi segala kebutuhan penggunanya, mulai dari ukuran kecil hingga besar. Pengguna tinggal menyesuaikan, jika bangunan kecil atau tidak luas bisa menggunakan standar terkecil, sebaliknya jika bangunan luas dan besar bisa menggunakan ukuran bata ringan yang besar. Dengan demikian, pekerjaan pembangunan akan lebih cepat selesai. Selain menghemat waktu, penggunaan material ini juga meringankan biaya untuk membayar pekerja. Pasalnya, rata-rata pekerja mampu mengerjakan hingga 20 meter persegi dengan bata ringan. Hal ini selisih cukup jauh dengan kemampuan pekerja memasang bata merah yang rata-rata per hari hanya mencapai 7 meter persegi.

Baca juga: bata ringan makassar

Lebih dari itu, hadir sebagai solusi material gaya baru, Maccon AAC juga memiliki beragam kelebihan lain. Bata ringan Maccon lebih mampu menstabilkan suhu ruangan, sehingga saat cuaca di luar panas atau dingin kondisi di dalam tak terlalu cepat berpengaruh. Hal ini kontras dengan penggunaan bata merah yang mempengaruhi suhu ruangan. Apabila di luar panas, panas bata akan merambat, sehingga mempengaruhi suhu dalam ruangan. Sebaliknya, saat suhu di luar dingin, dalam ruangan pun akan ikut dingin. Praktis dengan menggunakan Maccon bisa meminimalisasi penggunaan AC—yang imbasnya lagi-lagi menghemat pengeluaran. (y)